Artikel dari Majalah Wirausaha dan Keuangan

http://www.majalahwk.com/h24.html
Palm Sugar, atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai gula aren kini sudah dapat dibeli dengan kemasan yang unik dan higienis. Palm sugar kini juga tersedia dalam bentuk kristal atau atau butiran pasir ini merupakan gula organik, yang menyehatkan.

Jenis gula ini, kini merupakan gula yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Eropa bahkan Jepang. Sementara masyarakat Indonesia sebagai produsen Plem Sugar sangat jarang menggunakannya.

Banyak orang Jepang yang mengatakan bahwa gula aren ini merupakan gula organik paling dicari masyarakat Jepang. Berdasarkan literatur, gula aren organik sangat baik bagi kesehatan dibanding dengan gula yang sudah diputihkan. Gula aren organik kini tersedia di toko atau supermarket, dengan berbagai merek, dan permintaan produk ini dari hari terus mengalami peningkatan.

Gula aren kini tersedia dalam bentuk curah, dan kemasan. Juga tersedia gula aren cair yang dikemas dalam botol 650 ml yang praktis digunakan untuk menemani makan . cendol, serabi, atau wedang jahe. Gula aren cair ini tinggal dituangkan ke dalam cendol atau wedang jahe dan diaduk cepat langsung terasa manfaatnya.

Peluang yang besar inilah yang mendorong Indrawanto (46) untuk memulai berbisnis Palm Sugar. “Saya tertarik menggeluti usaha gula organik ini karena karena pasarnya cukup baik, terutama sejak isu mengenai bahan makanan sehat mulai bergema kembali,” ujar lulusan ISTN, Jakarta ini.

Menurutnya, kini gula organik sudah menjadi kebutuhan pangan yang akan benar-benar meningkat pesat dimasa yang akan datang. Meskipun saat ini gula organik ini masih belum memasyarakat, namun sebenarnya masyarakat Indonesia justru produsen terbesar jenis produk ini.

“Memang agak sulit kalau kita cerita tentang gula organik ini. Jangankan gula organik, gula aren yang berbentuk kristal atau gula semut atau palm sugar orang sering mengatakan nggak kenal. Yang kita kenal itu hanya gula aren yang berbentuk gula cetak saja,” ujarnya .
Bisnis Berpeluang Besar.

Meski semula hanyalah bisnis kecil-kecilan, namun karena potensinya besar, maka bisnis Palm Sugar inipun cukup memiliki prospek yang baik.

“Waktu pertama kali saya memproduksi dan saya perkenalkan kepada orang asing ternyata mereka bilang bahwa gula inilah yang dicari mereka saat ini. Bahkan saya pernah ditelepon orang Jepang dan mereka mengatakan mau membeli produk saya karena Palm Sugar atau gula aren ini merupakan gula organik dan termasuk produk organik yang cukup mahal di Jepang. Sejak itulah saya yakin bisnis saya akan berkembang,” ujarnya.

Berbekal dari potensi itulah, Indrawanto mencoba mengembangkan beberapa produk Palm Sugar dan menawarkannya ke beberapa perusahaan/industri, semisal perusahaan katering, perusahaan industri jagung manis, perusahaan makanan, perusahaan bakery, dan perusahaan lain yang terkait dengan penggunaan gula, khususnya gula organik.

Saat ini Indrawanto, dengan mendirikan CV Dipa Maju Bersama, mampu memproduksi tak kurang dari 20 ton palm sugar dalam sebulan. Pasar produk ini tumbuh sangat baik, namun kemampuan produksi yang masih terbatas.

“Saya bahkan harus bekerjasama dengan 300 petani di wilayah Banten dan Jawa Barat untuk mensuplay kebutuhan Palm Sugar. Saya memilih Banten dan Jawa Barat karena faktor jarak dimana saya harus mengontrol proses produksi di lokasi tersebut,” cetusnya.

Saat ini dengan memberikan sentuhan kemasan yang lebih marketable, penjualan Palm Sugar yang diproduksi Indrawanto memberikan harapan yang membanggakan.

“Marketnya sekarang semakin berkembang. Di hotel-hotel di dunia kini pasti selalu menyediakan gula putih dan merah dalam set menu di restorannya. Ini menandakan gula merah atau palm sugar sudah mendunia dan menjadi kebutuhan.

Memang produk saya sendiri tidak langsung masuk ke hotel-hotel tersebut dan bahkan di hotel-hotel dunia, namun beberapa perusahaan yang saya supplay dan mereka mengemasnya dalam sachet-sachet kecil untuk dikirim ke hote-hotel terebut,” ujarnya.

Saat ini harga palm sugar curah dijual Rp10ribu per kg, dengan kadar kekeringan tertentu. Palm sugar dalam kemasan sachet dijual Rp5 ribu, sedangkan dalam kemasan botol berbentuk cair dijual dengan harga Rp15ribu per botol.

Indrawanto berharap suatu saat ia ingin melakukan ekspor sendiri palm sugar ini, karena palm sugar produksi Indonesia sebenarnya sangat banyak dicari oleh konsumen manca negara.
Dengan enam orang karyawannya, ia kini bekerja sama dengan petani produsen palm sugar yang membuat produk palm sugar setengah jadi dan selanjutnya ia yang mengolahnya, dan melakukan packaging dengan mesin.

“Sekiranya pemerintah aktif membantu pengusaha kecil untuk mengembangkan palm sugar ini saya yakin manfaatnya bagi petani aren akan sangat besar,” ujarnya.
Anda berminat bekerja sama dalam bisnis ini, hubungi telepon 021-70882420, 0819 3241 8190 n