Arenga Indonesia – 3 Keuntungan Menggunakan Arenga Gula Aren Bubuk | Lihat lah bentuknya yang menarik. Berderai dan lembut dengan warna coklat kemerahan. Belum lagi aroma sedap yang terpancar, merangsang penciuman, dan memperkaya nuansa rasa berbagai hidangan. Sungguh sebuah berkah bahwa pohon aren sebagai sumbernya tumbuh subur di tanah Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Di negara maju gula aren bubuk yang dikenal sebagai palm sugar sudah diterima secara luas dengan manfaat premium. Sayangnya di negeri gemah ripah loh jinawi ini gula aren bubuk masih diperbandingkan dengan gula pasir. Prinsipnya sederhana : Jika ada yang lebih manis dan lebih murah, ngapain juga beralih pada gula aren bubuk.

Untungnya ada sebagian kecil masyarakat yang keluar dari prinsip sederhana tersebut. Alhamdulillah kian ke sini jumlah mereka kian meningkat. Kampanye hidup sehat dan pengenalan keuntungan memakai gula aren bubuk dari berbagai media diduga sebagai alasannya. Tentu saja ini kabar menggembirakan, membuka satu kesadaran bahwa bangsa Indonesia juga berhak menikmati pemanis premium. Bukan hanya orang luar  yang punya daya beli lebih tinggi.

Sebenarnya banyak sekali keuntungan menggunakan Arenga gula aren bubuk. Dalam kesempatan ini kami ini 3 Keuntungan Memakai Arenga Gula Aren Bubuk :

1.Kesehatan

Salah satu alasan mengapa gula aren bubuk kurang populer dibanding gula pasir adalah faktor harga. Memang harga gula aren bubuk cenderung lebih mahal daripada gula pasir (tebu). Banyak alasan yang melatar belakanginya. Namun yang paling penting di sini adalah faktor kesehatan. Terutama bagi penyuka rasa manis, mengeluarkan uang sedikit lebih tanpa dihantui penyakit diabetes atau segala bentuk penyakit akibat kelebihan gula, tentunya lebih masuk akal. Prinsip mencegah lebih baik dari pada mengobati juga berlaku di sini. Jadi jika harus menggunakan pemanis pilih lah Arenga gula aren bubuk.

 2. Mudah Dibawa, Dipindahkan, dan Awet Tanpa Pengawet

Ada yang bertanya mengapa nenek moyang kita dulu membuat gula merah dengan dicetak, bukan berderai atau bubuk seperti gula pasir?  Jawabnya: Kearifan lokal! Iya jaman dulu pengolahan gula merah atau gula nira yang berasal dari tanaman palam-palaman prosesnya selalu organik. Tidak seperti sekarang dimana segala sesuatu bisa diakali dengan zat-zat kimia sintetis. Kadang berlebihan yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Artinya membuat gula aren jaman dulu tidak ada tambahan bahan pengawet kimia sintetis, pengkristal, dan pengeras sintetis. Karena sifat dari gula merah organik ini higrokopis alias kemampuan meyerap uap cukup tinggi, agar tidak cepat meleleh maka gula merah perlu dicetak.

Masalahnya adalah gula aren cetak organik seperti ini cepat sekali meleleh. Ditambah kadar airnya yang tinggi dan udara Indonesia yang lembab dengan mudah permukaan akan ditumbuhi kapang (jamur). Jadi mana mungkin membawa atau memindahkannya ke tempat jauh yang membutuhkan banyak waktu?

Maka ARENGA membuat terobosan dengan gula aren bubuk yang sejak proses awal sudah jadi kristal lembut lalu dikeringkan melalui proses pengovenan. Ditambah dengan pengepakan yang baik, gula aren bubuk seperti ini bisa tahan sampai dua tahun lebih tanpa mengurangi mutu. Artinya gula aren bubuk ARENGA bisa dibawa dan dipindahkan ke tempat jauh dengan mudah tanpa perlu melibatkan bahan-bahan pengawet sintetis.

 3. Mudah Digunakan

Beberapa kelemahan gula aren cetak telah disebutkan di atas yakni lebih sulit dibawa ketempat jauh karena terkendala waktu dan penyimpanan. Berbeda dengan Arenga gula aren bubuk, pemakaiannya semudah gula pasir. Untuk kalangan industri makanan kemudahan ini tentu sangat bermanfaat. Selain menghemat ongkos produksi, menakar sesuai kebutuhan dilakukan dengan mudah.

Gula aren bubuk

+ARENGA Indonesia