Arenga Indonesia Stories

Mitos Tentang Rematik

Rontgen Lutut Kiri yang mulai sedikit berubah. Kalau tak dirawat semestinya akan berubah jadi rematik.

Rematik ditandai dengan gejala rasa nyeri di persendian atau timbul tonjolan di bagian tubuh tertentu. Bila sedang kambuh membuat penderita akan terganggu aktivitasnya. Dalam blog post ini kami berbagi pengetahuan mitos tentang rematik yang beredar dalam masyarakat. Menurut Dr. Prapti Utami dalam bukunya Rematik dan Asam Urat, sebagian besar mitos itu keliru. Namun mitos ini tetap saja diterima secara luas karena sudah berlangsung turun-temurun.

Berikut adalah contoh-contoh mitos tentang rematik.

1. Rematik Akibat Mandi Malam, Udara Dingin dan Ruangan Ber-AC

Ini adalah mitos tentang rematik yang paling sering kita dengar. Pernah kan sekali atau dua kali nenek atau ibu kita  berkata agar jangan mandi malam kalau tidak mau kena rematik? Begitu juga bila sedang hujan, udara dingin atau berlama-lama di ruangan AC, menurut mitos kondisi ini akan memicu timbulnya rematik. Kenyataannya banyak orang  melakukan aktivitas di atas namun mereka tidak menderita rematik.

2. Rematik Penyakit Keturunan

Rematik bukan penyakit keturunan. Sebab tidak semua anak-anak pengidap rematik akan menderita rematik juga.

3. Rematik Karena Makanan

Tidak semua jenis rematik penyebabnya adalah makanan.  Hanya rematik akibat asam urat atau rematik gout penyebabnya adalah makanan.

4. Rematik Hanya Muncul pada Usia Lanjut

Tidak saudara-saudara! Penyakit rematik tidak pandang usia. Tua-muda bisa terserang rematik. Ada yang namanya Juvenile Rhematoid Artritis yang menyerang anak-anak usia 4-15 tahun. Gejalanya persis sama dengan yang di derita orang dewasa. Osteoatritis memang menyerang orang tua, tapi penyebabnya bukan karena usia lanjut.

5. Rematik Hanya Menyerang Wanita

Rematik tidak membedakan jenis kelamin. Terutama rematik yang disebabkan asam urat atau gout juga menyerang kaum pria.

6. Rematik Tidak Dapat Dicegah

Secara umum pencetus timbulnya rematik belum diketahui dengan pasti. Tapi ada faktor resiko yang sudah diketahui lalu dicegah agar tidak terjadi. Misalnya dengan menjaga berat badan agar tetap ideal, olah raga teratur, dan menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh yang terlalu berat akan membuat sendi lutut bekerja terlalu keras. Disamping harus pula menghindarkan diri dari stres fisik dan psikis.

7. Rematik Hanya Menyerang Sendi Tulang

Rematik tidak hanya menyerang sendi tulang. Rematik juga menyerang bagian tubuh lain seperti bursitis (radang bursa), tendinitis (radang tendon), fascitis (radang fascia), myositis (radang otot), dan nyeri pinggang.

Demikian sedikit pengetahuan mitos tentang rematik. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mencegah maupun sedang mengobati rematik.

+ARENGA Indonesia 

Exit mobile version