Arenga Indonesia Stories

Pohon Aren – Arenga Pinnata

 
Pohon aren -Arenga pinnata yang jadi bahan baku Arenga Palm Sugar  tumbuh di daerah perbukitan seperti ini. Di lereng dan lembah yang curam.

Itu lah mengapa pekerjaan membuat gula aren – arenga palm sugar menuntut kerja keras dalam arti sebenarnya. Setiap rumah tangga petani rata-rata hanya sanggup menyadap 4 pohon aren setiap hari. Belum lagi dari proses penderesan sampai menjadi Arenga Sugar ( gula aren) dibutuhkan waktu sekitar 4- 6.5 jam.

Pohon aren – arenga pinnata dewasa ketinggiannya bisa mencapai  20 m. Dengan batang berduri dan berijuk, tidak bisa di peluk seperti pohon kelapa. Maka untuk menderes penderes membutuhkan tangga bambu seperti diatas.  Tangga itu dinaiki  2 X sehari — pagi dan sore.  Karena hanya mengandalkan pengawet alami nira cuma bertahan maksimal 12 jam. Lewat itu  nira berubah menjadi cuka dan tidak bisa lagi diolah menjadi gula aren-arenga palm sugar.

Yang disandang Bapa ini disebut lodong. Gunanya untuk menampung nira dari pohon aren yang sedang disadap. Kapasitas isi tiap lodong 15 liter.

Musim hujan adalah saat terbaik bagi para penderes karena saat itu lah tangkai tandan bunga jantan mengeluarkan nira berlimpah. Tapi saat ini pula petani harus bekerja lebih keras. Berat lodong bertamah karena nira telah tercampur air. Selain memikul lodong lebih berat waktu memasak gula aren juga lebih lama. 

Proses memasak gula aren

Setelah diturunkan dari pohon aren, nira langsung di masak. Prosesnya  membutuhkan waktu paling lama yakni mencapai 61.5 % . Kalau di rata-ratakan 4 jam perhari.

Gula Aren – Arenga Sugar

Nira yang dimasak akan dijadikan gula aren cetak. Dengan proses lebih lanjut bisa dijadikan gula semut – palm sugar.

@eviindrawanto

Exit mobile version