Pisang Peppe Bugis
Pisang Peppe Bugis

Pisang Peppe Bugis dan Kearifan Lokal – Pertama kali bertemu Pisang Peppe Bugis ini sedikit terkejut. Penyebabnya kebiasaan menikmati pisan di bungkus tepung, digoreng dan dimakan begitu saja. Atau paling jauh pisangnya dibubuhi gula aren cair seperti Pisang Eppe. Atau ditaburi kelapa kalau pisangnya direbus. Nah di Makassar pisang goreng bisa dinikmati dengan sambal terasi.

Orang Bugis menyebut makanan ini sebagai Sanggara Peppe

Cara Membuat Pisang Peppe Bugis

Pisang Ijo untuk membuat Es Pisang Ijo yang lezat
Pisang Ijo untuk membuat Es Pisang Ijo yang lezat

Membuat Pisang Peppe Bugis sambal terasi cukup sederhana. Bahannya adalah pisang kepok muda, digoreng setengah matang, angkat kemudian dikeprak agar lebih tipis. Setelah itu digoreng kembali.

Untuk bumbunya:

Sediakan cabe secukupnya, bawang merah, bawang putih, terasi udang dan tomat. Haluskan dengan garam. Untuk rasa yang lebih legit tambahkan sedikit gula aren.

Kearifan Lokal

Setandan Pohon Pisang di Pohon
Setandan Pohon Pisang di Pohon

Makanan Indonesia berangkat dari sejarah, kondisi geografis, kondisi sosial, hingga filosofi yang dianut oleh suku-suku dari mana seseorang berasal. Makassar contohnya, aneka jenis kuliner tradisional yang berbahan pisang sangat dekat dengan kondisi geografis dan kerifan yang dianut masyarakat Sulawesi Selatan. Makanan tradisional berbahan pisang mereka bisa juga dijadikan sebagai penanda kota. Kalau berjalan di Pantai Losari, puluhan gerobak pisang epe, pisang bakar yang dinikmati dengan gula cair Aren, bersabar menunggu pelanggan.

Memang begitulah, kudapan tradisional masyarakat Bugis Makassar di Sulawesi Selatan ini dipenuhi oleh aneka pisang. Mereka akan kita temui dalam berbagai hajatan, dibungkus daun seperti barongko atau roko roko Unti. Begitupun dengan es pisang ijo dan es palu butung yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Pohon pisang berdaun lebar dan banyak dimanfaatkan untuk membungkus makanan, siklus buahnya hanya satu kali. Tapi begitu ditebang pohon pisang mudah reggenerasi dengan tunas tunas barunya. Jadi sebelum foto siklus berakhir pohon pisang selalu menyiapkan generasi penggantinya. Filosofi inilah yang digunakan oleh masyarakat Bugis Makassar Sebagai panduan akan sebuah harapan. Mereka juga meletakkan setandan pisang pada rumah baru dengan harapan agar manusia yang menempati bisa meninggalkan manfaat selama hidup di sana.