Arenga Indonesia Stories

Arenga Gula Semut Aren

Arenga gula semut aren

Arenga Gula Semut Aren adalah salah satu pemanis yang semakin banyak dicari masyarakat. Dibanding gula merah, kemunculan pemanis berderai seperti gula pasir ini relatif baru. Namun versi bubuk dari gula merah ini langsung saja mencuri perhatian.

Banyak pabrik makanan beralih pada pemanis hasil pekatan nira aren ini karena berbagai kemudahan yang ditawarkan. Seperti beraroma enak yang khas, lebih higienis, daya simpan lebih tinggi, kering, dan mudah ditakar.

Butiran lembutnya sering juga disebut sebagai gula aren kristal atau gula aren bubuk.  Namanya berasal dari kemiripin rumah semut yang bersarang di tanah.

Arenga Gula Semut Aren Organik

Mengikuti namanya, gula semut merek Arenga berasal dari nira (getah) pohon enau (arenga pinnata). Cairan  yang baru dipanen terutama terdiri dari air, dan sukrosa (10%), gula invert minimal (> 0,5%) dan sejumlah kecil protein serta mineral. Bersama para petani mitra, Arenga selalu memastikan tingkat gula invert lebih rendah yang mengarah pada  jus yang lebih berkualitas dan akhirnya menghasilkan gula semut kualitas premium.

Dari uji laboratoium gula semut aren  mengandung protein (0,1 %), lemak (0 %), sukrosa (76,86%), glukosa (1,66%), mineral (3,15%), mis. kalsium, fosfor, zat besi dan
tembaga. Dibandingkan dengan gula konvensional, yang sebagian besar terdiri dari sukrosa, gula semut aren juga mengandung fructosa, artinya
lebih banyak mengandung komponen yang bermanfaat bagi kesehatan.

III. GENERAL PROPERTIES
        1. Warna (color) / Penampilan (appearance) :  Kecoklatan (browned)
        2. Aroma / Rasa (flavor) :  Quite distinctive, pleasantly aromatic
IV. PHYSICAL AND CHEMICAL PROPERTIES:
        1. Kadar Air (moisture) :  1- 5 %
        2. Ukuran butiran (grain size) :  US Mesh #30 – #12
        3. Total Sugar :  95 %

 

Menguapkan nira menjadi gula semut

Cara Membuat Gula Semut Aren

Bahan baku yang dipakai adalah nira segar. Hasil sadapan tak lebih dari 8 jam. Menggunakan laru alami seperti cincangan kayu nangka, manggis, atau akar kawo, bunga rambusa, dan masih banyak lagi. Ini lah aspek penting dalam menjaga kualitas gula semut aren,  laru (pengawet alami) menghindarkan proses peragian seminimal mungkin dalam nira.
Arenga gula semut

Gula Semut Asli dan Pemalsuan

Ada satu fakta yang bikin sedih, pemalsuan gula aren  pun banyak terajadi. Praktik yang muncul untuk meningkatkan jumlah pasokan sementara produksi terbatas. Selain tentu saja menurunkan biaya produksi.

Banyak cara yang dilakukan dalam tindakan pemalsuan. Misalnya dengan menambahkan gula pasir atau tepung ubi. Atau menambah perasa gula aren ke dalam gula semut yang terbuat dari gula tebu.

Ada yang mengatakan bahwa indikasi kualitas gula aren bisa dilihat dari warnanya. Terlalu terang menunjukkan bahwa gula sudah terkontaminasi dengan gula putih atau tebu.

Pernyataan di atas tak sepenuhnya benar! Sebab besaran butiran dan kadar air mempengaruhi penampilan dan warna gula. Semakin halus butirannya atau semakin kering, akan semakin terang warnanya.

Sementara gula semut yang dicampur gula pasir tak selalu pucat warnanya.

Memang warna terlalu gelap juga tidak menunjukkan bahwa gula semut asli. Kemungikinan yang terjadi adalah selama proses penguapan apinya  terlalu panas. Atau dibiarkan begitu saja tanpa sesekali diaduk, sehingga gula di bagian bawah hangus. Nah gula gosong akan mempengaruhi rasa. Biasanya akan pahit.

Begitu pun bila nira sudah berkurang mutunya, warna gula aren pun akan semakin hitam.

Jadi harus bagaimana dong? Bagaimana cara menentukan asli tidaknya gula semut?

Jawabnya: Selain uji laboratorium periksa dengan seksama  reputasi perusahaan atau penjualnya!

Perusahaan bereputasi akan memastikan gula aren  berkualitas baik melalui manajemen kualitas . Dan melakukan beberapa tindakan pengendalian mutu. Salah satunya dengan melengkapi diri mereka dengan sertifikat organik.

Kontak Arenga Indonesia, WA 0819 3241 8190

Exit mobile version